CATATAN POLITIK: Membangun Daerah Tak Harus Jadi Bupati

oleh
Yasir SE, ME. Fungsionaris DPP PKS Wilayah Dakwah
Yasir SE, ME. Fungsionaris DPP PKS Wilayah Dakwah

Sejak bergulirnya undang undang tentang pemerintahan daerah, ada suatu fenomena yang sangat menonjol yang terjadi di suatu daerah, terutama terkait dengan Pilkada. Dimana bermunculannya calon pemimpin dari beragam latar belakang.

Mulai dari kalangan sipil maupun militer baik dari kalangan pengusaha swasta maupun pegawai negeri sipil. Alasannya sama ingin membangun daerah.  Bahkan, dalam kesempatan sosialisasi mendengungkan jargon ini dan yang lebih sempit lagi dan cenderung primordial istilah putra daerah.

Politisi PKS Jambi, M Yasir menilai dalam konteks pembangunan sebenarnya peran Sumber Daya Manusia (SDM) memang mempunyai andil yang sangat signifikan. Karena dengan adanya SDM yang memadai dan berkualitas maka secara otomatis pengelolaan sumber daya yang lain, seperti sumber daya alam (SDA) akan dapat dikelola dengan baik.

Namun fenomena tersebut dalam kurun waktu pelaksanaan pilkada yang sudah berlalu terkadang memunculkan ambisi yang tidak sehat pada sebagian tokoh yang muncul menjadi calon kepala daerah. ahkan cenderung dipaksakan.

“Kecenderungan calon yang terlalu punya ambisi besar inilah kemudian perseteruan dalam kontes pilkada kemudian banyak menciderai proses demokrasi di suatu daerah, munculnya praktek money politik, premanisme dan lain lain,”katanya.

Jika kembali kepada pemikiran yang jernih dan dengan dasar niat yang baik dalam membangun daerahnya, tidak seharusnya perseteruan antar tokoh masyarakat yang akan maju dalam terlalu mengemuka, semangat rekonsiliasi antar tokoh harus dibangun. “Menjadi bupati tidak harus mengorbankan pendidikan politik dengan kepentingan ambisi pribadi,”katanya.

Bagi para incumben juga harus berfikir secara arif dan bijaksana. Kalau dalam survey kepuasan publik, maupun survey elektabilitas rendah, maka dia harus mundur teratur tanpa harus memaksakan diri untuk maju lagi.(*/sm)

Sumber : JAMBERITA.COM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.